Lagi-lagi TVR

Menanggapi banyaknya protes dan kontraversimengenai TVR saya coba menguraikan pendapat saya:

Pertama-tama hal yang sangat dasar adalah TVR sangatlah diperlukan bagi pengerjaan suatu media planning TV. Jadi konsep TVR tidaklah salah, yang menjadi kontraversi atau perdebatan adalah akurasi data TVR yang tersedia. Banyak yang meragukan keakuratan sampling data TVR dari Nielsen . Memang benar data TVR yang ada masih harus dilengkapi dengan informasi tambahan dan disikapi dengan analisa yang lebih dalam.

Lazimnya media planner menggunakan data TVR propgram untuk menganalisa perolehan penonton untuk iklan yang sedang dibuat media planningnya. Dari data TVR inilah media planner mencoba menghitung dan memprediksi angka TVR iklan tsb. Hasil akhirnya akan diperoleh dari data Nielsen ketika iklan tsb telah ditayangkan dan hal ini menjadi pertanggungjawaban seorang media planer kepada klien.

Yang sering menjadi masalah ketika prediksi sang media planner jauh di bawah hasil data perolehan TVR iklan tsb yang dikeluarkan oleh Nielsen . Ketika kita menjanjikan kepada klien bahwa iklan tsb akan dilihat oleh 90 % orang tetapi ternyata hanya dilihat oleh 50 % padahal klien mengeluarkan biaya yang sama, tentunya akan jadi masalah.

Jadi memang perlu keakuratan menganalisa perbedaan yang akan muncul antara data TVR program dan data TVR iklan, menganalisanya dengan melihat track record fluktuasi TVR program dan TVR iklan program tsb, melihat kestabilan stasiun TV, ada stasiun TV yang stabil tetapi ada yang sangat fluktuatif karena programmingnya berganti terus dan juga perlu melihat trend program yang sedang booming, atau akan booming yang akan menyedot TVR. Dalam hal ini perlu kerajinan dan kepekaan media planner.. selanjutnya baca kutipan tesis...

by Vika17

One thought on “Lagi-lagi TVR

  1. TVR tidak menjamin kualitas dari acara, saya rasa itu yang juga banyak dikritik oleh pengamat media.

    Sebagai pemirsa biasa, saya memang melihat hal itu. Sinetron-sinetron berrating tinggi -yang oleh banyak pihak dicemooh karena buruknya storyline dan lain lain- bukanlah suatu tontonan yang bisa menghibur saya, ataupun memberikan suatu pemahaman yang baru.

    Namun pada kenyataannya banyak sekali pemirsa yang lebih memilih ‘tontonan tidak berkualitas’ tersebut

    Anda hanya perlu berkendara di jalur luar kota -taruhlah pantura- malam-malam, kemudian mampir di salah satu warung makan untuk melihat bagaimana tingginya anemo masyarakat di daerah untuk melihat sinetron ketimbang channel MetroTV

    Vika : Setuju TVR tidak menjamin kualitas program, namun kenyataannya secara angka TVR mayoritas masyarakat kita sukanya program2 entertainment seperti sinetron ketimbang program yang menurut sebagian orang berkualitas seperti acara Metro TV. Mungkin ada kondisi sosial yang harus dianalisa dari hasil TVR ini.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s