Mengapa Data Nielsen

Baru-baru ini seorang media planner bertanya pada saya “Mba kenapa klien sangat bergantung pada data Nielsen?

Saya tidak bertanya kenapa ia bertanya begitu, rasanya saya cukup paham kondisinya, mungkin yang dihadapinya hanya data dan data tidak punya pilihan dan argumen lain selain data untuk diajukan ke klien dan juga karena tuntutan klien sangat tinggi terhadap adanya justifikasi dari data hasil survey. Padahal sering sekali hasil data berbeda dengan asumsi umum atau pengalaman media planner. Misalnya data mengatakan bahwa program Cinta Fitri mempunyai TVR tinggi tetapi pengamatan media planner tidak demikian, pengamatan media planner justru Khanza yang bagus tetapi data TVRnya masih dibawah Cinta Fitri, ini hanya contoh, mungkin media planner bertanya kenapa harus data Nielsen yang dipercaya padahal si media planner tahu betul bahwa orang-orang di sekitarnya dan target produknya adalah penonton Khanza.

Jawaban saya atau mungkin tepatnya pertanyaan, apakah media planner yakin membuat media planning yang tepat tanpa adanya data (dalam hal ini hanya Nielsen one and the only one).

  • Setiap uang klien yang dikeluarkan untuk iklan harus ada pertanggungjawabannya. Klien harus mempertanggungjawabkan kepada atasannya, seterusnya sampai pada yang punya uang. Kecuali jika yang punya uang mengatakan rugi tidak masalah.
  • Tingkat kompetisi yang semakin ketat.
  • Media planner harus mencari media yang paling tepat untuk beriklan sehingga uang klien tidak terbuang sia-sia.
  • Media yang paling tepat adalah yang efektif artinya pasti targetnya ada di media tsb, dan yang efisien adalah biaya yang dikeluarkan minimum untuk meraih sebanyak2nya target.
  • Untuk poin 3 pastinya memerlukan data setidaknya data untuk referensi atau panduan memutuskan. Tidak mungkin hanya berdasarkan asumsi pribadi dan coba-coba.
  • Jika ragu dengan data survey, ditambahkan dengan justifikasi yang lainnya (pengalaman sebelumnya yang ada buktinya, asumsi umum dan survey kualitatif; misalnya telah menjadi pembicaraan publik dan diekspose di media)
  • Jika setuju dengan data survey, survey dan pengalaman pribadi dapat menguatkan

Saya pernah menghadapi klien dari worldwide yang tidak percaya terhadap film India walaupun TVR termasuk tinggi, tetapi saya meyakinkan dan memaparkan memberi contoh kualitatif bahwa ada teman seorang manajer di perusahaan bonafit tetapi maniak dengan film India dan itu benar adanya, sederhana saja, akhirnya ok juga klien tsb. Biasanya klien juga ingin melihat seberapa yakin media planner dengan rekomendasinya.

Atau sebaliknya pernah klien tidak mau pasang di TV yang TVR programnya kecil2 tetapi coba diyakinkan bahwa produknya pas dengan program tsb, dan program tsb menjadi pembicaraan di kalangan target audience paparkan bukti-buktinya, selain itu berikan juga klien added value yang lainnya jika pasang di TV tsb, apakah ada bonus lebih, posisi iklan lebih baik, lebih fleksibelkah dan lain2nya ..

Jadi data Nielsen penting tetapi lebih penting lagi bagaimana media planner menggunakannya dan menginterpretasikan ditambah justifikasi yang lainnya seperti contoh di atas.

by Vika17

One thought on “Mengapa Data Nielsen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s