Edukasi Dalam Kampanye Pilpres

Edukasi  Dalam  Kampanye Pilpres

Seandainya ada pelelangan Negara mungkin kita sudah  menjadi objeknya atau bahkan lebih menyedihkan lagi jika ada penjara bagi Negara maka mungkin Negara kita akan menjadi salah satu penghuninya, mengapa demikian? Karena mungkin suatu waktu nanti Negara kita tidak akan mampu membayar utang yang harus dibayar trilliunan setiap tahun  baik bunga dan pokoknya.

Bisa dipahami tidak usah Negara, kita saja misalnya pernah terjebak dengan utang kartu kredit, untuk melunasinya penghasilan kita habis untuk hutang sedangkan untuk hidup sehari2 bagaimana? Jalan gampangnya terima tawaran dari kartu kredit lainnya untuk lunasi hutang pertama supaya biaya hidup sehari2  tetap ada, tetapi tidak sadar artinya kita berhutang lagi, apalagi kalau gaya hidup kita tetap tidak berubah tetap tidak realistis, yakin, hutang akan semakin berlipat.

Jalan lain adalah tidak terima tawaran kartu kredit dengan utang baru tadi, tetapi bekerja keras cari tambahan, gali seluruh kekuatan dan kemampuan untuk mencari pendapatan dan melunasi hutang awal, atau menjual aset yang tidak perlu, turunkan gaya hidup, mau hidup lebih sederhana maka beberapa tahun ke depan kita akan lunas dari hutang dan dapat kembali hidup normal yang sesungguhnya, hidup berdaulat istilahnya.

Daripada hidup yang seolah-oleh normal seolah-olah kaya tetapi penuh hutang dan tidak berdaulat termasuk terhadap debt collector kartu kredit.

Kalau tidak mau jalani kedua-duanya siap-siap dikejar debt collector dan masuk penjara tadi.

Itu hanya illustrasi, analogi hutang Negara, yang terbayang dibenak saya ketika mendengar penjelasan Prabowo Subianto di TV One Sabtu kemarin. Sebagai orang awam masalah ekonomi, sebagai masyarakat dan pemirsa TV, mungkin saya sebagai contoh  yang cukup terkena dampak dari talkshow itu. Dampak dalam arti lebih mengerti apa sih yang dimaksud ekonomi kerakyatan yang berdaulat yang mereka gembar gemborkan itu.

Hubungannya dengan media planning ternyata edukasi semacam itu walaupun singkat punya dampak besar juga, tentunya karena ditayangkan di TV media yang penetrasinya paling tinggi. Jadi rasanya perlu edukasi seperti itu tentunya dalam konteks yang positif mengenai program2 dari masing-masing kandidat di media massa maupun di media one to one, entahlah apakah black campaign bisa dihindari di dalamnya.

Intinya bahwa kita harus kerja keras untuk sendiri membayar utang Negara, Negara masih kaya, masih banyak potensi sebagai modal hidup dan membayar utang dan untuk itu mental bangsa yang mengarah ke materialis harus diubah, program ekonomi yang menganjurkan kedaulatan ini harus dikawal dengan program menguatkan mentalitas bangsa untuk kerja, sabar, dan bertanggung jawab, program kedisiplinan dan tidak hanya memikirkan diri sendiri termasuk tidak korupsi. Semua ini si saya setuju sekali.

By Vika 17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s