Passion of Media Planning

Suatu waktu saya pernah memberi gambaran mengenai media planning dengan memberi ilustrasi yaitu seperti seseorang yang diberi tugas untuk membawa granat yang harus diledakkan. Mungkin ada illustrasi yang lain namun sementara mengambil contoh ini yang walaupun mungkin terkesan agak ekstrim, tetapi tidak bermaksud menyetarakan media planning dengan kekerasan atau suatu penderitaan tertentu, hanya ingin memberi penggambaran pentingnya sebuah pekerjaan media planning.

Media planning layaknya seperti seseorang yang ditugaskan untuk membawa granat untuk diledakkan.Seseorang yang membawa granat tersebut tentunya harus yang punya kekuatan, keberanian, ketenangan, keinginan yang kuat serta mampu bertanggung jawab dan tidak gampang mundur.
Ia juga harus sangat berhati-hati membawanya sampai ketujuannya.

Granat pun harus dibawa ke tempat yang tepat, diledakkan pada waktu yang tepat dan kepada sasaran yang tepat serta pada akhirnya membawa dampak bagi yang terkena, dan tidak cukup sampai disitu tetapi akan selalu membekas dan diingat bagi yang terkena ledakannya.

Harus hati-hati dalam mengeluarkan energinya jangan sampai meledak sebelum waktunya dan memakan korban diri sendiri dan akhirnya tidak berhasil sampai kepada sasarannya.

Pekerjaan menangani iklan di sebuah advertising agency berhubungan dengan dua hal yang penting yaitu creative dan media.

Creative adalah penggambaran strategi yang telah ditetapkan untuk suatu brand atau produk, untuk membawa pengaruh terhadap sasaran yang dituju sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Media adalah berhubungan dengan medium yang akan digunakan untuk menempatkan dan membawa creative ini sampai kepada sasaran yang dituju sehingga tujuan suatu brand dapat tercapai.

Dalam membawa pesan inilah penggambaran pembawa granat tadi berperan. Pekerjaannya adalah media planning, dilanjutkan dengan media buying dan orang-orang yang mengerjakannya adalah team media dimana didalamnya termasuk media planner, media buyer, dan semua aspek yang berhubungan dengan media.

Mereka bekerja seolah-olah sebagai pembawa granat tadi yaitu creative yang harus diledakkan atau disampaikan kepada sasaran yang tepat.
Jika mereka salah membawa pesan tersebut entah karena salah pilih kendaraannya dalam hal ini medianya salah atau salah waktu maka mereka bisa saja tidak dapat bertemu dengan sasarannya atau salah sasaran, sehingga sebagus apapun creativenya atau ledakan granat tadi tidak akan berdampak.
Sasaran mungkin cuma melihat entah melihat dari jauh atau hanya menganggap ledakan itu bukan untuk mereka.

Hal lainnya bahwa para media planner dan media buyer harus bekerja dalam waktu yang tertentu atau deadline yang harus dipatuhi dan terkadang sangat singkat. Mereka dibatasi dan dikejar-kejar oleh waktu.  Mereka juga harus tepat karena akan begitu banyak jalan yang harus dipilih supaya bisa tepat.
Selain itu mereka juga bekerja dalam regulasi harus menjadi satu-satunya yang terbaik, dalam arti tidak boleh ada granat dari pihak lain yang boleh meledak duluan, harus menjadi yang pertama berada di depan sasaran.

Karena itu para media planner dan media buyer selalu bekerja dengan hati-hati, teliti, mengetahui strategi, media mana yang paling tepat, waktu yang paling tepat, memantau sasaran ada dimana dan kapan beraktifitas. Mereka juga harus tahu kekuatan dalam hal ini biaya dan efesiensi sehingga bisa meledak pada waktu yang tepat. Jika kekuatan hanya setengah dan tujuan jauh maka granat akan meledak sebelum sampai ketujuan dan pada akhirnya yang jadi korban mereka sendiri bukan sasaran yang dituju. Begitu pula hal ini berhubungan dengan ketelitian, jika tidak teliti maka granat tadi bisa meledak sebelum waktunya sebelum sampai di depan sasaran atau tidak pernah sampai dan bahkan terlewat.

Media planner dan media buyer adalah juga mereka yang punya kekuatan, keberanian, ketenangan, keinginan yang kuat serta mampu bertanggung jawab dan tidak gampang mundur alias putus asa untuk mencapai tujuan tadi. Selain faktor-faktor teknis seperti ketelitian dan ilmu maka hal-hal di atas sangat diperlukan oleh sebuah team ini.

Karena bekerja dalam suatu team maka berbeda dengan pembawa granat yang bekerja secara tunggal, pekerjaan media planning dan buying menjadi sulit jika tidak dilakukan dengan komunikasi dan tingkat toleransi yang tinggi. Jika ada yang terlalu dominan  atau bahkan ada yang terlalu lemah maka hal ini akan berdampak buruk dalam mencapai sasaran tadi.

Pekerjaan media dilakukan dari awal sampai akhir suatu kampanye iklan, media bekerja terus, ketika sebelum penayangan iklan, media bekerja membuat strategi media planning didukung dengan research, negosiasi dengan media-media, mencari jalan yang terbaik untuk suatu kampanye iklan. Ketika iklan sedang berjalan media harus tetap stand by untuk monitor secara detail dimana tidak boleh ada penyimpangan dari strategi dan setelah kampanye iklan sudah berakhir maka media juga masih harus terlibat menyelesaikan semua urusan-urusan bukti iklan dan pembayaran.
Mereka berhenti bekerja hanya jika kampanye iklan telah benar-benar selesai.
Karena itu para pekerja di team media ini selalu disibukkan berada di dapurnya sehingga terkadang menjadi kurang glamour dan kurang favorit.

Tapi bagi mereka yang punya passion, pekerjaan ini sangat membanggakan dan mereka pasti mengerti pentingnya posisi dan tanggung jawabnya.

by: Vika17

3 thoughts on “Passion of Media Planning

  1. fiiuuuh akhirnya diupdate lg
    kalo bisa mba vik, mengenai terminologinya di update jg ya
    sering2 diupdate ya mba, jgn diupdate 3 thn skali heheheee

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s