Advertising Media Planning

Luna Maya vs Wartawan kaitannya dengan pemilihan iklan di program infotainment

18 December 2009 · 5 Comments

 

 Tiba-tiba saja pemirsa TV khususnya infotainment dikejutkan dengan berita perseteruan Luna Maya dengan wartawan infotainment. Perseturuan yang dimulai  dengan pernyataan yang dianggap merendahkan insan wartawan di jejaring sosial pribadi  yang saat ini menjadi media massa di dunia maya, artinya media yang dapat dikonsumsi oleh ribuan orang dalam waktu yang cepat.

Sebagai pekerja di dunia komunikasi  saya tertarik membahas hal ini dari sisi komunikasi terutama komunikasi marketing. Dari sisi komunikasi bahwa seorang artis yang biasanya menjadi obyek yang diberitakan kini dengan era web 2 secara tidak sadar  sudah mempunyai media sendiri dan dapat membuat berita sendiri mengenai dirinya dan hal-hal yang dialaminya melalui jejaring sosialnya dan menyebarkannya ke masyarakat luas.Terlepas dari isi beritanya  namun menarik diperhatikan bahwa sang artis dalam hal ini bertindak sebagai wartawan bagi dirinya sendiri sepertinya berbalik bahwa biasanya sang artis diberitakan hal yang baik atau buruk, kali ini sang wartawan lah yang menjadi isi berita oleh sang artis.

Walaupun disayangkan bahwa isi beritanya adalah sebuah penghinaan namun karena itulah maka menjadi heboh dan menyadarkan kita insan pengguna komunikasi dan pekerja di bidang komunikasi bahwa sedang terjadi pergeseran dalam dunia komunikasi dan sekali lagi bukti betapa kuat dampak sebuah media jejaring sosial. Apakah media ini akan menggeser media massa konvensional seperti televisi dan program-programnya?

Saat ini siapapun dapat menjadi obyek berita, berita baik maupun berita  tidak baik bahkan profesi sang pembuat berita menjadi terkejut mendapati bahwa seorang artis yang  selama ini menjadi obyek berita dapat membuat berita dan menyebarkannya ke masyarakat dalam hal ini berita yang mengagetkan para pembuat berita infotainment.

Mendengar berita-berita di infotainment sabagai kelanjutan kasus ini bahwa dikatakan antara wartawan dan artis saling membutuhkan, dimana sang artis membutuhkan eksposure untuk menjadi terkenal dan akhirnya mendapat job diantaranya menjadi bintang iklan sebuah brand atau produk tertentu dan di sisi lain wartawan membutuhkan berita dari artis untuk dapat ditayangkan di programnya.

Jika sang artis saat ini berseteru maka karirnya akan terancam karena tidak akan mendapat dukungan eksposure dari media lagi lalu karirnya akan meredup dan pada akhirnya akan kehilangan job termasuk  tidak lagi menjadi bintang iklan dari brand atau produk yang saat ini atau yang akan menggunakannya sebagai bintang iklan.

Apakah betul sesederhana itu lingkarannya, atau apakah  betul tidak ada faktor atau pihak  penentu lain dalam lingkaran ini?

Saya ingin membahasnya hanya berkaitan dengan komunikasi marketing sebuah brand atau produk yang menggunakan artis sebagai bintang iklannya.

Seorang artis digunakan oleh sebuah brand atau produk sebagai bintang iklan adalah melalui proses seleksi oleh para insan marketing dalam sebuah perusahaan yang akan beriklan dan juga oleh insan periklanan dari advertsing agency  pembuat konsep, menggarap dan menayangkan iklan tersebut. Faktor penentu seleksi tentunya adalah terutama karena prestasi positif, popularitas, figurnya yang baik, image positif, sikap koperatif sang artis juga faktor penting dipilihnya seorang artis.

Popularitas adalah salah satu penentu,  seorang artis karena sering mendapat eksposure maka akan semakin dikenal,  namun faktor ini bukanlah penentu utama. Banyak artis yang sering diekspose tetapi tetap saja tidak masuk dalam kriteria oleh sebuah brand menjadi bintang iklan, namun banyak juga artis yang sudah tidak mendapat eksposure yang tinggi dari media tetapi tetap dipercaya oleh brand, sebagai contoh Christine Hakim, jika dibandingkan dengan artis2 baru secara ekposure media sudah berkurang tetapi karena prestasinya tetap digunakan oleh brand sebagai bintang iklan dan masih banyak contoh lainnya.

Namun memang eksposure  yang pas diakui sangat membantu seorang artis untuk naik dan dikenal oleh masyarakat, namun harus diingat semua kembali ke artis tersebut sebagi produk yang akan disukai atau tidak oleh masyarakat, apakah punya prestasi atau tidak, memberikan kontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. Over exposure juga terkadang membuat image yang tidak baik dan bahkan penolakan masyarakat.

Artis yang punya prestasi, bersuara bagus, berakting baik, bersikap baik dan disukai masyarakat punya nilai berita yang tinggi. Nilai berita tinggi sehingga mereka dikejar oleh wartawan, untuk menjadi berita. Mengapa demikian, karena dengan menayangkan artis tersebut maka akan menarik penonton televisi, dan akibatnya ketika penonton banyak maka nilai program tersebut akan naik yang diukur dari TVR program tersebut. Ketika  TVR program tesebut tinggi maka akan banyak iklan yang masuk, artinya pemasukan program tersebut meningkat. Demikianlah iklan adalah salah satu cara menghidupi program-program televisi termasuk program infotainment. Apalagi saat ini semakin banyak program infotainment yang bersaing, sehingga setiap TV bersaing mendapat berita yang paling baru dan paling unik.

Jika iklan sedikit yang masuk ke sebuah program maka  tidak sedikit program yang harus di matikan karena dianggap tidak  mendapat keuntungan.

Bisa saja terjadi sebuah iklan yang sedang menggunakan Luna Maya sebagai bintangnya tidak memasang iklannya di program-program infotainment dikarenakan berita-berita yang terlalu buruk mengenai sang artis yang sedang mengusung iklan brand atau produk tersebut, apalagi jika hubungan antara sang artis cukup baik dengan brand atau produknya. Jadi tidak selalu terjadi brand atau produk akan menarik sang artis sebagai bintang iklan karena masih banyak faktor lain untuk memutuskan tidak menggunakan lagi sang artis, bukan sekedar karena didak diekspose lagi oleh wartawan infotainment, apalagi jika masyarakat yang semakin pintar dan saat ini dapat mengakses informasi dari banyak sumber seperti jejaring sosial, punya penilaian lain yang berbeda dengan penilaian wartawan, masyarakat tidak mutlak menyetujui bahwa sang artis yang salah,  bahkan mereka merupakan fans berat dan pendukung setia sang artis, apalagi kasihan terhadap artis yang diidolakannya.

Ada faktor lain dalam komunikasi marketing dimana pemilihan program untuk beriklan oleh sorang media planner dan  marketing brand  bahwa selain TVR tinggi juga faktor kualitas program dan faktor image. Image bahwa sebuah program adalah program yang pantas bagi brand, jika sebuah program  terlihat arogan atau hal buruk lainnya,  membawa image yang buruk terhadap brand,  bisa saja program tersebut juga menjadi pilihan kesekian dalam urutan sebagai media untuk beriklan.

by Vika17

→ 5 CommentsCategories: Artikel Media

Integrated Marketing Communication

29 October 2009 · Leave a Comment

Integrated marketing communication adalah bagian dari kegiatan marketing yang timbul dikarenakan kebutuhan dari produk untuk mengkomunikasikan diri kepada target audience atau konsumennya.

Suatu produk diciptakan atau diproduksi dengan suatu tujuan marketing yaitu  umumnya produk  laku dipasaran.

Untuk mencapai tujuan ini tentunya harus dilakukan usaha dan beberapa proses sebelum mencapai tujuan di atas.

Menurut  Jerome Mc Carthy (1964) bahwa ada 4 elemen penentu keberhasilan produk di pasar,  yaitu dikenal dengan teori 4 P (Product, Price, Place & Promotion)

Dalam usaha mencapai tujuan ini salah satu usaha yang dilakukan bahwa produk tersebut harus dikenal oleh konsumennya. Untuk dikenal maka produk harus melakukan komunikasi dengan target audience atau konsumennnya.

Kegiatan berkomunikasi ini masuk dalam salah satu elemen 4P dalam teori Mc Carthy yaitu bagian promotion.

Advertising,  Personal Selling,  Sales Promotion,  Public Relation( PR), Event, Word of  Mouth adalah cara-cara yang digunakan untuk berpromosi atau berkomunikasi dengan target audience atau konsumen. Cara berkomunikasi akan berkembang terus seiring dengan perubahan yang terjadi di masyarakat, bagaimana pola hidup masyarakat  akan mempengaruhi cara-cara yang akan digunakan dalam melakukan komunikasi atau berpromosi.

Masing-masing kegitan promosi di atas juga sangatlah luas dan mempunyai banyak cara. Diperlukan ilmu khusus untuk menangani setiap cara berpromosi atau berkomunikasi.  Diperlukan ilmu dan keahlian yang spesifik untuk menangani advertising begitupula Personal Selling, PR dan lain-lain. Untuk mendapatkan keahlian ini juga perlu pendidikan, pengalaman, waktu dan tentunya usaha untuk belajar terus, karena itu semua  kegiatan komunikasi  ini akhirnya tidak dapat ditangani oleh hanya satu orang  atau satu grup saja, tetapi akan memerlukan beberapa orang atau beberapa grup bahkan perusahaan yang ahli di masing-masing bidang, ada yang ahli di bidang advertising, ahli di personal selling, ahli di sales promotion,  dan lain-lain.

Advertising :

Adalah bentuk komunikasi melalui iklan, dimana sifatnya menginformasikan mengenai produk dan persuasif. Informasi ditentukan dan dibuat oleh pengiklan dengan bantuan advertising agency. Iklan dipasang di media-media sesuai tujuan dan strategi dengan melakukan pembelian ruang iklan di media-media.

Personal Selling :

Adalah kegiatan melakukan kontak langsung dengan konsumen dalam hal ini orang yang diyakini akan membeli produk dengan cara melakukan penawaran yang aktif dan  proses follow up sampai konsumen akhirnya setuju untuk membeli.

Sales Promotion :

Adalah kegiatan yang dilakukan melalui  penawaran-penawaran yang khusus, misalnya beli 1 dapat bonus 1 dan lain-lainnya.

Public Relation :

Adalah komunikasi yang dilakukan oleh media melalui pendekatan dari pengiklan namun penulisan di media adalah didominasi oleh media  dan tidak adanya pembelian seperti pada advertising

Event :

Adalah kegiatan di tempat-tempat tertentu menghampiri konsumen dengan melakukan berbagai macam kegiatan yang disukai atau dibutuhkan oleh konsumen. Melalui kegiatan ini lah produk dapat menginformasikan keberadaannya kepada konsumen. Misalnya melakukan acara musik di lapangan  atau di gedung, melakukan acara nonton bareng, melakukan acara  perlombaan dan lain-lain.

Kapan dan bagaimana masing-masing kegiatan ini dilakukan semua tergantung pada kebutuhan dan kondisi produk.

Belum tentu semua kegiatan komunikasi harus dilakukan untuk suatu prosuk tertentu. Kadang-kadang hanya diperlukan advertising saja atau PR saja atau malah diperlukan semuanya.

Word of Mouth:

Adalah cara berkomunikasi bagaiman sehingga produk menjadi bahan pembicaraan dan direkomendasikan oleh orang-orang yang sudah menggunakan kepada orang-orang yang belum menggunakan.

Word  of mouth kadang terjadi di luar kontrol oleh produk tetapi hal ini juga bisa diciptakan, apalagi kalau produknya memang bagus.

by Vika17

→ Leave a CommentCategories: Artikel Media
Tagged: , , , , ,

Bagaimana mengestimasi kegiatan kompetitor

11 October 2009 · Leave a Comment

Bagaimana mengetahui apa yang akan dibuat oleh kompetitor khususnya kegiatan beriklan di media?

Bukan hal yang mudah mengestimasi kegiatan kompetitor apalagi banyak faktor yang berubah dari tahun ke tahun.

Pertama tentukan tujuan hal apa saja yang perlu diketahui, misalnya media apa yang digunakan, periode, bobot beriklan, bentuk-bentuk dalam beiklan dan berapa budgetnya.

Dibantu oleh data,umumnya dipelajari pola beriklan dari tahun ke tahun setidaknya  3-5 tahun terakhir. Biasanya periode ini akan membantu memperlihatkan apakah ada pola tertentu.

Pelajari perubahannya, apakah ada peubahan media yang digunakan, mengapa?

Pelajari kenaikan dan penurunan bobot beriklan, misalnya di televisi berapa total GRPs (TARPs) setiap tahun apakah ada pola kenaikan atau penurunan.

Pelajari pola iklan setiap minggu, kapan waktu yang digunakan kompetitor untuk beriklan, adakah minggu atau bulan tertentu.

Pelajari peta beriklan di setiap kota, apakah ada penekanan untuk kota-kota tertentu.

Setelah bobot iklan dapat diestimasi misalnya sekian GRPs untuk tahun depan, maka biaya dapat diestimasi yaitu dengan mengestimasi kenaikan harga setiap tahunnya dan menghitung kenaikan harga dan kenaikan bobot.

→ Leave a CommentCategories: Artikel Media

Era Web 2.0

23 July 2009 · 1 Comment

Memasuki era web 2.0 era dimana para pengguna web menjadi penggerak dari web itu sendiri,  para pengguna dapat membuat sendiri web, membuat design mereka sendiri dengan mudah, dapat mengupdate informasi dan berkomunikasi antara pengguna web dengan sangat mudah.

Generasi web yang baru ini membuat semakin marak dan mempercepat pertumbuhan populasi kehidupan di dunia internet.

Berbagai ragam kehidupan bermunculan di dunia internet, semakin maraknya bisnis,  penjualan online baik pribadi maupun institusi,  ajang pertemanan, edukasi dan lain-lain

Hal ini membuat semakin sering internet di akses dan menjadi kebutuhan hidup bagi sebagian orang, kebutuhan sebagai media untuk berkomunikasi, mendapat informasi ataupun berkarya dan memberi informasi secara cepat, mudah dan berbagai pilihan private maupun terbuka.

Iklan dan media beriklan juga akhirnya dapat dibuat sendiri bagi para pengiklan sekaligus para pengguna, sehingga dengan biaya yang rendah pun seseorang seharusnya bisa sukses berpromosi namun semua kembali pada kemauan, kemampuan mengambil peluang dan kerja keras.

→ 1 CommentCategories: Digital
Tagged: , ,

Channel dan Edukasi dalam Pilpres

25 May 2009 · Leave a Comment

Wawancara dengan Prabowo Subianto Sabtu malam 23 Mei’09 di TV  One, menjelaskan program-program yang diyakini mampu mengubah kehidupan bangsa Indonesia menjadikan ekonomi bangsa menjadi ekonomi yang berdaulat alias tidak hidup dan menjadi budak utang asing.

Bagi saya pemirsa TV, setuju dengan visi tersebut lepas dari realistis atau tidak.  20 tahun yang lalu, ketika guru kursus Inggris saya memberi pertanyaan kepada siswa kelas kami, apakah yang hendak kami nyatakan ke pemerintah saat ini. Giliran saya menjawab saya katakan bahwa saya akan serukan ke pemerintah untuk stop bangun gedung2 tinggi karena waktu itu saya berpikir ada yang rusak dengan pembangunan ini. Tentunya kami harus jawab dalam bahasa Inggris karena konteksnya adalah kursus bahasa Inggris, waktu itu guru kami seorang bule. By the way saat ini  saya belum menjadi pendukung Prabowo.

Setelah 20 tahun ternyata pemikiran saya  terbukti juga, dari wawancara tesebut disebut bahwa 59 juta hektar lahan hutan rusak dan pasti ada hubungannya dengan pembangunan gedung2 tadi walaupun mungkin tidak secara langsung.

Seharusnya  saat kampanye para kandidat menggunakan media massa menjelaskan dengan sistematis program-program secara jelas, latar belakang program, keyakinan terhadap program, dan bagaimana mereliasasikannya. Sebagai contoh ketika ditanya oleh presenter apakah program yang diajukan Prabowo dengan membuka 2 juta lahan, 12 juta tenaga kerja dengan investasi yang sama  dimana kandidat lain hanya menghasilkan 400 rb adalah realistis? Dengan gesture yakin dan natural Prabowo keheranan dengan pertanyaan tersebut mengatakan kenapa tidak realistis asalkan semua mau berusaha, dan bekerja keras tentunya, setuju sekali.

Ditayangkan di TV One  diskusi yang bagus seperti itu tentunya masih kurang menjangkau mayoritas masyarakat yang seharusnya dan berhak mengetahui informasi yang sangat bagus dan penting dari wawancara tersebut.

Team sukses Mega-Prabowo harus membuat perpanjangan tangan, Prabowo yang selama ini hampir tidak pernah berbicara ke masyarakat apalagi Ibu Mega harus lebih sering menyampaikan visinya, share the value melalui kelompok kecil, sedang dan besar  di masyarakat.

Saat ini stepnya adalah menjelaskan program secara jelas kepada semua kelompok masyarakat dari bawah ke atas jangan hanya berbicara melalui iklan yang pasif. Kalaupun menggunakan iklan, saatnya iklan adalah hanya supporting yang utama adalah kampanye yang telah disebutkan di atas, apalagi  sekedar bentuk2 entertainment sebaiknya dikurangi porsinya namun bukan berarti dihilangkan sama sekali.

Semua channel sebaiknya digunakan, kalaupun iklan tetap jadi primadona untuk menghadang kandidat lainnya  yang aktif beriklan, isinya seharusnya adalah high campaign in programs  dengan pendekatan yang tepat  untuk masing-masing level.

By Vika 17

→ Leave a CommentCategories: Artikel Media